Senin, 19 Februari 2018

OUR LIFE

Kamu suka teh aku suka kopi.

Kenapa masih memaksa orang lain untuk menyukai apa yang kita suka. Padahal tau akan berakhir sia sia.

Berpisahlah.

Tapi takut.

Takut kehilangan.

Takut tidak akan menemukan yang lebih baik.

Tapi sayang.

Sayang kita sudah lama bersama tapi harus pisah. Sia sia dong semuanya.

Ya silahkan.

Silahkan saja jika mau hidup bersama dalam ketidak nyamanan hati. Pura pura suka semuanya padahal tidak sama sekali.

Senin, 21 November 2016

AB X AB II

Lagi. Gencatan senjata lagi.
Kita sering banget ya begini. Dikit dikit ngambek, dikit dikit gak teguran. Bikin sedih sih. Tapi ya mau gimana. Dari awal kenal kamu aku harus siap menghadapi orang yang punya sifat kembar kayak aku.

Maafkan kata kata ku. Aku hanya objektif. Aku merasakan ketakutan yang padahal belum tentu terjadi. Aku cuma takut kamu jatuh dan susah untuk bangun. Aku hanyak 'menyarankan' sesuatu yang menurutku baik buat kamu. Kami bisa ikuti atau enggak, itu pilihan kamu. Aku cuma bisa mendukung dari jauh. Tapi dukungan ku terbatas.

Tolong, jangan terlalu berlebihan menanggapi kata kata ku.

Selasa, 01 November 2016

AB X AB

Padahal ini hanya masalah kecil yang sangat sangat sepele. Kenapa kecewanya begitu besar.

Jadi merasa semua yang kulakukan selama ini sia sia. Salah aku terlalu cepat mempercayai seseorang seperti dia.

*****

Jika memang semua yang ku perkirakan benar, dia tidak akan bisa menikmati liburannya dengan teman temannya.
Mungkin bisa, ketika mereka ngobrol bersama. Tapi tunggu saja nanti ketika sendiri.

*****

Hai. Miss you so bad.
Kamu bisa tidur ? Aku masih marah sama kamu. Sweet dream bae. 😘

*****

Banyak hal yang ingin ku lakukan bersamamu selasa itu. Tapi keraguan mu membuat aku semakin ragu.
Di titik itu aku mulai merasa bahwa banyaknya kesamaan yang kita miliki malah akan memperbesar ketidakcocokan kita di masa depan.

Aku butuh lelaki yang mantap dengan pilihan dan pendiriannya. Bisa memberi ku semangat ketika aku merasa layu, bisa meyakinkan ku ketika aku ragu.

Karena aku bukan orang yang teguh dalam pendirian, dan bukan orang yang mudah mengambil keputusan, serta bukan orang yang konsisten dalam memilih pilihan. Maka dari itu aku butuh sosok itu untuk berdiri di depan ku sebagai pemimpin yang bisa ku andalkan. Dan aku tidak menemukan sikap itu pada dirimu.

Bagaimana jika aku ragu dan kau ragu. Tidak akan baik untuk mu dan untuk ku. Kamu juga butuh sosok wanita tegas serta teguh. Dan wanita itu bukan aku.

Benar baru ku rasakan. Bahwa ini tidak akan bertahan. Aku di butakan oleh rasa 'sepertinya cocok'. Kamu penyayang aku penyayang, kamu perhatian aku perhatian, kamu peka aku peka, kamu minta maaf aku minta maaf, kita saling mengerti satu sama lain. Tapi tidak selamanya yang sama itu baik. Ketika aku ragu kamu ragu, ketika aku bingung kamu bingung dan ketika aku berkata tidak kamu pun berkata tidak. Dan akhirnya, selesailah semua itu.

Aku tanya ingin kemana, kamu jawab pertanyaan itu dengan pertanyaan kembali. Rasa takut untuk saling menyakiti itu terkadang ....... menyakitkan. Kita terlalu menghargai satu sama lain, itu yang rasanya membuat hati ku sedikit sesak.

Entahlah aku pun masih bingung dengan perasaan ini. Aku takut kehilangan kamu dan aku takut jika dilanjutkan akan melukai diriku sendiri.

Jika aku bertanya padamu apa ini harus berakhir atau di pertahankan. Aku tau jawabanmu.

"Kamu maunya bagaimana ? Di lanjutkan atau tidak ? Kalau kamu merasa tersakiti ya disudahi saja."

Jangan, jangan pikirkan aku. Pikirkan tentang dirimu. Apa kamu merasa tersakiti atau tidak jika ini di lanjutkan. Maka dengan jelas aku bisa memilih keputusan ku.

Kamu laki laki. Aku biarkan kamu yang menentukan.

Rabu, 26 Oktober 2016

Status Malam Ini

Aku tipe yang kalo ga punya temen curhat larinya ke status bbm. Jadi kadang nyepetin mata temen temen di kontakku kalo lagi gabut. Soalnya sering banget ganti PM. Suka nyari perhatian orang.

Jadi dibuatlah postingan dengan judul Status Malam Ini. Biar gak bikin rame bbm malem malem.

Ini lagi bete banget. Di tinggal sama temen curhatku. Kata dia, biar hati kita berdua tenang. Jangan keseringan chatting, nanti bikin baper.

Aku barusan bikin PM nyindir dia.
"Biasanya malem malem gini ada yang gangguin dia. Biar aja, biar hati dia tenang"
Belum di like sih. Paling kalo di lihat ntar di like.

Semenjak kita deket dia ga pernah chatting duluan. Aku taunya dia megang hape itu, tiap aku bikin pm dia nge like. Baru aku chatting. Baru kita ngobrol.

Dari awal kami komitmen ga mau pacaran. Ntar kalo jodoh juga nikah. Cuma makin kesini kok makin sering chatting sama curhat, bikin hati ini goyah.

Yaudah kami komitmen untuk mengurangi chatting dan curhat itu. Kata dia kalo aku bingung mau curhat sama siapa dia suruh aku ngomong sama tembok.

Padahal rasanya udah cocok curhat sama ngomongin orang bareng dia. Tiba tiba minta di stop. Aku butuh penyesuain lagi. Butuh kembali ke awal lagi. Ini lagi latihan kok. Sabar ya hati.

Tiap potongan paragraf di atas itu adalah kalimat yang pengen ku jadikan pm. Gilak ya. Berapa menit doang ganti segitu banyak. Timeline orang orang bisa jadi novelline. Hahaha. Tunggu aja, di bawah paragraf ini juga bakal muncul lagi paragraf baru. Masih banyak yang pengen ku ceritakan.

Tembok. Aku mau ngomong...

Rabu, 06 Juli 2016

Him, with his glasses

Disini aku merasakan sesuatu yang lucu, disini, dihati. Tak bisa di definisikan dengan kata kata bagaimana rasanya. Rasa tergelitik, rasa sejuk, rasa bahagia, ketika melihatnya.

Wajahnya terlihat masih kekanakan, tapi itu yang menarik, tahun ini ku dengar dia akan lulus kuliah. Dokter. 😊

Wah. Subhanallah. Dokter... Dengan wajahnya yang masih imut. Ternyata dia lebih tua dibanding aku.

Ku doakan akhi. Semoga segera lulus dengan nilai yang baik.