Padahal ini hanya masalah kecil yang sangat sangat sepele. Kenapa kecewanya begitu besar.
Jadi merasa semua yang kulakukan selama ini sia sia. Salah aku terlalu cepat mempercayai seseorang seperti dia.
*****
Jika memang semua yang ku perkirakan benar, dia tidak akan bisa menikmati liburannya dengan teman temannya.
Mungkin bisa, ketika mereka ngobrol bersama. Tapi tunggu saja nanti ketika sendiri.
*****
Hai. Miss you so bad.
Kamu bisa tidur ? Aku masih marah sama kamu. Sweet dream bae. 😘
*****
Banyak hal yang ingin ku lakukan bersamamu selasa itu. Tapi keraguan mu membuat aku semakin ragu.
Di titik itu aku mulai merasa bahwa banyaknya kesamaan yang kita miliki malah akan memperbesar ketidakcocokan kita di masa depan.
Aku butuh lelaki yang mantap dengan pilihan dan pendiriannya. Bisa memberi ku semangat ketika aku merasa layu, bisa meyakinkan ku ketika aku ragu.
Karena aku bukan orang yang teguh dalam pendirian, dan bukan orang yang mudah mengambil keputusan, serta bukan orang yang konsisten dalam memilih pilihan. Maka dari itu aku butuh sosok itu untuk berdiri di depan ku sebagai pemimpin yang bisa ku andalkan. Dan aku tidak menemukan sikap itu pada dirimu.
Bagaimana jika aku ragu dan kau ragu. Tidak akan baik untuk mu dan untuk ku. Kamu juga butuh sosok wanita tegas serta teguh. Dan wanita itu bukan aku.
Benar baru ku rasakan. Bahwa ini tidak akan bertahan. Aku di butakan oleh rasa 'sepertinya cocok'. Kamu penyayang aku penyayang, kamu perhatian aku perhatian, kamu peka aku peka, kamu minta maaf aku minta maaf, kita saling mengerti satu sama lain. Tapi tidak selamanya yang sama itu baik. Ketika aku ragu kamu ragu, ketika aku bingung kamu bingung dan ketika aku berkata tidak kamu pun berkata tidak. Dan akhirnya, selesailah semua itu.
Aku tanya ingin kemana, kamu jawab pertanyaan itu dengan pertanyaan kembali. Rasa takut untuk saling menyakiti itu terkadang ....... menyakitkan. Kita terlalu menghargai satu sama lain, itu yang rasanya membuat hati ku sedikit sesak.
Entahlah aku pun masih bingung dengan perasaan ini. Aku takut kehilangan kamu dan aku takut jika dilanjutkan akan melukai diriku sendiri.
Jika aku bertanya padamu apa ini harus berakhir atau di pertahankan. Aku tau jawabanmu.
"Kamu maunya bagaimana ? Di lanjutkan atau tidak ? Kalau kamu merasa tersakiti ya disudahi saja."
Jangan, jangan pikirkan aku. Pikirkan tentang dirimu. Apa kamu merasa tersakiti atau tidak jika ini di lanjutkan. Maka dengan jelas aku bisa memilih keputusan ku.
Kamu laki laki. Aku biarkan kamu yang menentukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar