Sabtu, 30 April 2016

Kang Yoon Joo's Story [Prolog]

"Hai. Salam. Saya John Kang. Kalian bisa panggil saya Jun. Terimakasih."

"Singkat sekali dr. Kang. Bisa anda jelaskan mengenai diri anda lebih detail. Dari mana anda berasal misalnya. Bagaimana anda bisa sampai di universitas singapore. Dan... kenapa anda begitu tampan ? Hahaha. Maafkan saya. "

"Hmm. Baik profesor. Terimakasih sebelumnya" ucapnya sambil tersenyum tipis.

"Saya ulangi. Nama saya John Kang. Nama korea saya Kang Yoon Joo. Kalian bisa panggil saya Jun. Saya dari Incheon. Korea Selatan. Saya sudah menyelesaikan gelar dokter saya di Seoul National University, dari awal memang saya banyak berminat di spesialis bedah plastik. Saya juga sudah melakukan magang 2 tahun di rumah sakit di Seoul. Dan, ingin melanjutkan pendidikan saya untuk mendapatkan gelar spesialis di Singapore. Karena pendidikan bedah plastik disini kedua terbaik di dunia. Umur saya 23 tahun. Ya, mungkin paling muda di antara kalian, karena saya mendapatkan percepatan kelas ketika senior high school, di new york. Dan, wajah saya, maaf sebelumnya. Ini bukan hasil rekayasa saya, atau teman-teman dokter bedah saya di Korea. Ini alami. Saya akan melihatkan foto ketika saya masih di junior dan senior high school jika ada yang tidak percaya. Atau bahkan foto ayah saya. Saya benar-benar mirip dengan dia." Sembari tersenyum ia membungkukkan badannya.

"Hahahaha. Wah. Anda benar benar tau potensi anda ya dr. Kang. Terimakasih. Itu tadi perkenalan mahasiswa terakhir yang mengikuti kelas saya. Karena ini pertemuan pertama kita, saya tak ingin meninggalkan kesan buruk di mata kalian, jadi saya akhiri saya perkuliahan hari ini. Terimakasih semua"

"Handsome nyaaa. Dia satu satunya mahasiswa korea yang ganteng disini." Bisik seorang wanita di belakang.

"Iya iya. Kamu tau Park Su Jin. Heeeei. Dia itu oplas gagal."

"Su Jin yang jurusan Bedah Anak. Haah. Masing mending di banding Yang Min Suk jurusan Ortopedi. Waah. Benar-benar bukan dari Korea."

"Hahaha. Min Suk-ssi. Dia dokter pintar. Hmm. Tapi wajahnya itu. Heish. Siapa yang sangka dia dari Korea."

"Hahaha. Waah. Pokoknya ga ada yang mengalahkan ketampanan Yoon Joo. Omo omo. Apakah kita bisa main drama Korea bareng Yoon Joo-ssi ? Hahaha."

"Hei. Berhenti bergosip. Pasti kalian membicarakan Min Suk kan ?" Cletuk wanita lain di belakang tempat duduk mereka.

"Apa pedulimu. Ayo Azizah. Kita tinggalkan meongcheong-i yang satu ini"

"Hei. Kalian ngomong apa. Gunakan bahasa Inggris yang benar, dasar gadis gadis tukang gosip." Triak Alea.

"Meongcheong-i Itu artinya Orang Dungu" ucap Jun sambil tersenyum.

"Hai, Aku Jun." Ucapnya sembari mengawali pembicaraan.

"Haa. Oh. Hai Jun. Apa ? Dungu ? Wah. Gadis tukang gosip itu harus di beri pelajaran"

Sambil tersenyum "Siapa nama dua orang gadis tadi ? Aku ingin tau supaya bisa menghindari satu kelas dengan mereka di mata kuliah lain." Ucap Jun.

"Aah. Yang mengenakan penutup kepala itu Azizah. Dan yang mengataiku dungu itu, si mulut jahat Lilian."

"Dan kamu ?"

"Aku ? Ah, namaku. Oh iya, aku Alea.  Alea Anderson. Aku dari Indonesia. Tapi ayahku dari Texas. Makanya namaku Anderson"

"Hmm. Begitu. Dan mereka ? Asli Singapore ?"

"Bukan. Azizah dari Malaysia. Lilian dari Philipine. Kami pernah beberapa kali sekelas ketika pendidikan S1."

"Hmm. Begitu. Ayo makan. Aku lapar. Dan. Aku dengar banyak orang  Korea disini. Bisa kenalkan aku beberapa."

"Tentu saja."

***

What's wrong ?

Sidang seminar tinggal sebulan lagi. Tugas akhir ku ganti judul. Perhitungan ku belum beres. Aku belum ngerti bikin programnya. Tapi aku belum apa apa.....

Aku kenapa ???

Aku takut untuk memulai. Atau entah males. Takut sama males.

Ya Allah. Mungkin terlalu banyak orang yang terdzolimi sama prilakuku. Sholat ku masih banyak bolong. Belum bisa tepat waktu. Ngaji ku cuma sedikit.

Aku mendekatkan diri dulu sama Allah mungkin. Baru bisa fokus nyelesaikan tugas akhir..

Yang baca doain ya.. 😣😣😣😣

Jumat, 15 April 2016

Hilang

Semua terserah padamu aku begini adanya, ku hormati keputusan mu apapun yang akan kau katakan. Sebelum terlanjur kita jauh melangkah kau katakan saja.

Wih. Postingan kita hari ini di buka dengan senandung lagu lawas ya. Hahahaha.

Iya ni. Saya lagi memikirkan seseorang. Orang yang sudah lama pergi. Namun kemudian tiba tiba orang itu bikin akun instagram dan follow saya lagi. Huhuhu. Bikin ngenes dan kepikiran euy. Yups. Mantan kampret. Lama ngelupainnya, tiba tiba sleeep. Kayak slepetan celana dalem yang ngganjel di bokong. Ganggu plus bikin risih.

Coba kalo bikin akun instagram tu mbok yo bikin aja. Gausah pake follow follow orang. Males. Ya gimana ya. Seseorang yang pernah lama berbagi segala nya dengan mu, mengisi hari hari mu, ya gabisa dilupain begitu saja walaupun sudah bertahun tahun tidak bersama.

Gak, gak, saya ga mau di bilang gagal move on. Saya sudah ikhlas kok. Mungkin karena perpisahan kami kemaren diliputi banyak kisah misteri, ya saya agak gimana gitu kalo lihat dia muncul di sosial media. Apalagi sampe terkoneksi sama sosial media saya. Dia yang memutuskan semua koneksi sosial media kami. Ya tiba tiba di bikin akun baru dan follow follow saya. Aneh kan.. ya gara gara itu sih jadi muter muter lagu lagu sedih lawas. Hahaha.

Pokoknya ni ya, pokoknyaaaaa, kalo sampe ada kata balikan, noooo way. Gak akan saya mau. Saya sudah sakiit hati di tinggal dengan cara yang kampret banget. Apapun alasan dia ninggalin saya, saya udah gak kepengen tau lagi, saya gak akan mau terima dia balik.
Tau lagu jar of heart kan. Nah gitu tu...

Learned to live half alive, now you want me one more time. Who do you think you are ?

Selasa, 12 April 2016

Sidang Tugas Akhir

Hai. Lama tak ngeblog.
Barusan baca baca ulang blog-blog lama ku, ketawa guling-guling lah. Seperti baca diary lama. Waktu bikin cerita cerita itu aku masih di SMK. Sekarang sudah 3 tahun beralalu. Gak kerasa 50 hari lagi sudah mau sidang seminar. Yap. Udah mau lulus kuliah. Hiks T,T. Berasa udah tua.  Doakan tugas akhirku bisa selesai dengan baik ya. Hihihi. Semoga sidang-sidangku nanti lancar 😁😁😁.

Udah itu doang. Sibuk aku. Hahaha. Gabisa nulis banyak . Bye 😘