Senin, 21 November 2016

AB X AB II

Lagi. Gencatan senjata lagi.
Kita sering banget ya begini. Dikit dikit ngambek, dikit dikit gak teguran. Bikin sedih sih. Tapi ya mau gimana. Dari awal kenal kamu aku harus siap menghadapi orang yang punya sifat kembar kayak aku.

Maafkan kata kata ku. Aku hanya objektif. Aku merasakan ketakutan yang padahal belum tentu terjadi. Aku cuma takut kamu jatuh dan susah untuk bangun. Aku hanyak 'menyarankan' sesuatu yang menurutku baik buat kamu. Kami bisa ikuti atau enggak, itu pilihan kamu. Aku cuma bisa mendukung dari jauh. Tapi dukungan ku terbatas.

Tolong, jangan terlalu berlebihan menanggapi kata kata ku.

Selasa, 01 November 2016

AB X AB

Padahal ini hanya masalah kecil yang sangat sangat sepele. Kenapa kecewanya begitu besar.

Jadi merasa semua yang kulakukan selama ini sia sia. Salah aku terlalu cepat mempercayai seseorang seperti dia.

*****

Jika memang semua yang ku perkirakan benar, dia tidak akan bisa menikmati liburannya dengan teman temannya.
Mungkin bisa, ketika mereka ngobrol bersama. Tapi tunggu saja nanti ketika sendiri.

*****

Hai. Miss you so bad.
Kamu bisa tidur ? Aku masih marah sama kamu. Sweet dream bae. 😘

*****

Banyak hal yang ingin ku lakukan bersamamu selasa itu. Tapi keraguan mu membuat aku semakin ragu.
Di titik itu aku mulai merasa bahwa banyaknya kesamaan yang kita miliki malah akan memperbesar ketidakcocokan kita di masa depan.

Aku butuh lelaki yang mantap dengan pilihan dan pendiriannya. Bisa memberi ku semangat ketika aku merasa layu, bisa meyakinkan ku ketika aku ragu.

Karena aku bukan orang yang teguh dalam pendirian, dan bukan orang yang mudah mengambil keputusan, serta bukan orang yang konsisten dalam memilih pilihan. Maka dari itu aku butuh sosok itu untuk berdiri di depan ku sebagai pemimpin yang bisa ku andalkan. Dan aku tidak menemukan sikap itu pada dirimu.

Bagaimana jika aku ragu dan kau ragu. Tidak akan baik untuk mu dan untuk ku. Kamu juga butuh sosok wanita tegas serta teguh. Dan wanita itu bukan aku.

Benar baru ku rasakan. Bahwa ini tidak akan bertahan. Aku di butakan oleh rasa 'sepertinya cocok'. Kamu penyayang aku penyayang, kamu perhatian aku perhatian, kamu peka aku peka, kamu minta maaf aku minta maaf, kita saling mengerti satu sama lain. Tapi tidak selamanya yang sama itu baik. Ketika aku ragu kamu ragu, ketika aku bingung kamu bingung dan ketika aku berkata tidak kamu pun berkata tidak. Dan akhirnya, selesailah semua itu.

Aku tanya ingin kemana, kamu jawab pertanyaan itu dengan pertanyaan kembali. Rasa takut untuk saling menyakiti itu terkadang ....... menyakitkan. Kita terlalu menghargai satu sama lain, itu yang rasanya membuat hati ku sedikit sesak.

Entahlah aku pun masih bingung dengan perasaan ini. Aku takut kehilangan kamu dan aku takut jika dilanjutkan akan melukai diriku sendiri.

Jika aku bertanya padamu apa ini harus berakhir atau di pertahankan. Aku tau jawabanmu.

"Kamu maunya bagaimana ? Di lanjutkan atau tidak ? Kalau kamu merasa tersakiti ya disudahi saja."

Jangan, jangan pikirkan aku. Pikirkan tentang dirimu. Apa kamu merasa tersakiti atau tidak jika ini di lanjutkan. Maka dengan jelas aku bisa memilih keputusan ku.

Kamu laki laki. Aku biarkan kamu yang menentukan.

Rabu, 26 Oktober 2016

Status Malam Ini

Aku tipe yang kalo ga punya temen curhat larinya ke status bbm. Jadi kadang nyepetin mata temen temen di kontakku kalo lagi gabut. Soalnya sering banget ganti PM. Suka nyari perhatian orang.

Jadi dibuatlah postingan dengan judul Status Malam Ini. Biar gak bikin rame bbm malem malem.

Ini lagi bete banget. Di tinggal sama temen curhatku. Kata dia, biar hati kita berdua tenang. Jangan keseringan chatting, nanti bikin baper.

Aku barusan bikin PM nyindir dia.
"Biasanya malem malem gini ada yang gangguin dia. Biar aja, biar hati dia tenang"
Belum di like sih. Paling kalo di lihat ntar di like.

Semenjak kita deket dia ga pernah chatting duluan. Aku taunya dia megang hape itu, tiap aku bikin pm dia nge like. Baru aku chatting. Baru kita ngobrol.

Dari awal kami komitmen ga mau pacaran. Ntar kalo jodoh juga nikah. Cuma makin kesini kok makin sering chatting sama curhat, bikin hati ini goyah.

Yaudah kami komitmen untuk mengurangi chatting dan curhat itu. Kata dia kalo aku bingung mau curhat sama siapa dia suruh aku ngomong sama tembok.

Padahal rasanya udah cocok curhat sama ngomongin orang bareng dia. Tiba tiba minta di stop. Aku butuh penyesuain lagi. Butuh kembali ke awal lagi. Ini lagi latihan kok. Sabar ya hati.

Tiap potongan paragraf di atas itu adalah kalimat yang pengen ku jadikan pm. Gilak ya. Berapa menit doang ganti segitu banyak. Timeline orang orang bisa jadi novelline. Hahaha. Tunggu aja, di bawah paragraf ini juga bakal muncul lagi paragraf baru. Masih banyak yang pengen ku ceritakan.

Tembok. Aku mau ngomong...

Rabu, 06 Juli 2016

Him, with his glasses

Disini aku merasakan sesuatu yang lucu, disini, dihati. Tak bisa di definisikan dengan kata kata bagaimana rasanya. Rasa tergelitik, rasa sejuk, rasa bahagia, ketika melihatnya.

Wajahnya terlihat masih kekanakan, tapi itu yang menarik, tahun ini ku dengar dia akan lulus kuliah. Dokter. 😊

Wah. Subhanallah. Dokter... Dengan wajahnya yang masih imut. Ternyata dia lebih tua dibanding aku.

Ku doakan akhi. Semoga segera lulus dengan nilai yang baik.

Sabtu, 11 Juni 2016

Pamit

Jika ingin pergi jangan lupa untuk pamit, jangan langsung pergi tanpa pemberitahuan.

Karena orang lain pasti akan menunggumu tanpa tau kau akan kembali atau tidak.

Pergilah dengan pamit, dan beri tau lah seseorang yang kau tinggalkan. Aku akan pergi dan tak kembali atau tunggu aku hingga kembali. Agar penantiannya tak sia sia.

Sabtu, 30 April 2016

Kang Yoon Joo's Story [Prolog]

"Hai. Salam. Saya John Kang. Kalian bisa panggil saya Jun. Terimakasih."

"Singkat sekali dr. Kang. Bisa anda jelaskan mengenai diri anda lebih detail. Dari mana anda berasal misalnya. Bagaimana anda bisa sampai di universitas singapore. Dan... kenapa anda begitu tampan ? Hahaha. Maafkan saya. "

"Hmm. Baik profesor. Terimakasih sebelumnya" ucapnya sambil tersenyum tipis.

"Saya ulangi. Nama saya John Kang. Nama korea saya Kang Yoon Joo. Kalian bisa panggil saya Jun. Saya dari Incheon. Korea Selatan. Saya sudah menyelesaikan gelar dokter saya di Seoul National University, dari awal memang saya banyak berminat di spesialis bedah plastik. Saya juga sudah melakukan magang 2 tahun di rumah sakit di Seoul. Dan, ingin melanjutkan pendidikan saya untuk mendapatkan gelar spesialis di Singapore. Karena pendidikan bedah plastik disini kedua terbaik di dunia. Umur saya 23 tahun. Ya, mungkin paling muda di antara kalian, karena saya mendapatkan percepatan kelas ketika senior high school, di new york. Dan, wajah saya, maaf sebelumnya. Ini bukan hasil rekayasa saya, atau teman-teman dokter bedah saya di Korea. Ini alami. Saya akan melihatkan foto ketika saya masih di junior dan senior high school jika ada yang tidak percaya. Atau bahkan foto ayah saya. Saya benar-benar mirip dengan dia." Sembari tersenyum ia membungkukkan badannya.

"Hahahaha. Wah. Anda benar benar tau potensi anda ya dr. Kang. Terimakasih. Itu tadi perkenalan mahasiswa terakhir yang mengikuti kelas saya. Karena ini pertemuan pertama kita, saya tak ingin meninggalkan kesan buruk di mata kalian, jadi saya akhiri saya perkuliahan hari ini. Terimakasih semua"

"Handsome nyaaa. Dia satu satunya mahasiswa korea yang ganteng disini." Bisik seorang wanita di belakang.

"Iya iya. Kamu tau Park Su Jin. Heeeei. Dia itu oplas gagal."

"Su Jin yang jurusan Bedah Anak. Haah. Masing mending di banding Yang Min Suk jurusan Ortopedi. Waah. Benar-benar bukan dari Korea."

"Hahaha. Min Suk-ssi. Dia dokter pintar. Hmm. Tapi wajahnya itu. Heish. Siapa yang sangka dia dari Korea."

"Hahaha. Waah. Pokoknya ga ada yang mengalahkan ketampanan Yoon Joo. Omo omo. Apakah kita bisa main drama Korea bareng Yoon Joo-ssi ? Hahaha."

"Hei. Berhenti bergosip. Pasti kalian membicarakan Min Suk kan ?" Cletuk wanita lain di belakang tempat duduk mereka.

"Apa pedulimu. Ayo Azizah. Kita tinggalkan meongcheong-i yang satu ini"

"Hei. Kalian ngomong apa. Gunakan bahasa Inggris yang benar, dasar gadis gadis tukang gosip." Triak Alea.

"Meongcheong-i Itu artinya Orang Dungu" ucap Jun sambil tersenyum.

"Hai, Aku Jun." Ucapnya sembari mengawali pembicaraan.

"Haa. Oh. Hai Jun. Apa ? Dungu ? Wah. Gadis tukang gosip itu harus di beri pelajaran"

Sambil tersenyum "Siapa nama dua orang gadis tadi ? Aku ingin tau supaya bisa menghindari satu kelas dengan mereka di mata kuliah lain." Ucap Jun.

"Aah. Yang mengenakan penutup kepala itu Azizah. Dan yang mengataiku dungu itu, si mulut jahat Lilian."

"Dan kamu ?"

"Aku ? Ah, namaku. Oh iya, aku Alea.  Alea Anderson. Aku dari Indonesia. Tapi ayahku dari Texas. Makanya namaku Anderson"

"Hmm. Begitu. Dan mereka ? Asli Singapore ?"

"Bukan. Azizah dari Malaysia. Lilian dari Philipine. Kami pernah beberapa kali sekelas ketika pendidikan S1."

"Hmm. Begitu. Ayo makan. Aku lapar. Dan. Aku dengar banyak orang  Korea disini. Bisa kenalkan aku beberapa."

"Tentu saja."

***

What's wrong ?

Sidang seminar tinggal sebulan lagi. Tugas akhir ku ganti judul. Perhitungan ku belum beres. Aku belum ngerti bikin programnya. Tapi aku belum apa apa.....

Aku kenapa ???

Aku takut untuk memulai. Atau entah males. Takut sama males.

Ya Allah. Mungkin terlalu banyak orang yang terdzolimi sama prilakuku. Sholat ku masih banyak bolong. Belum bisa tepat waktu. Ngaji ku cuma sedikit.

Aku mendekatkan diri dulu sama Allah mungkin. Baru bisa fokus nyelesaikan tugas akhir..

Yang baca doain ya.. 😣😣😣😣

Jumat, 15 April 2016

Hilang

Semua terserah padamu aku begini adanya, ku hormati keputusan mu apapun yang akan kau katakan. Sebelum terlanjur kita jauh melangkah kau katakan saja.

Wih. Postingan kita hari ini di buka dengan senandung lagu lawas ya. Hahahaha.

Iya ni. Saya lagi memikirkan seseorang. Orang yang sudah lama pergi. Namun kemudian tiba tiba orang itu bikin akun instagram dan follow saya lagi. Huhuhu. Bikin ngenes dan kepikiran euy. Yups. Mantan kampret. Lama ngelupainnya, tiba tiba sleeep. Kayak slepetan celana dalem yang ngganjel di bokong. Ganggu plus bikin risih.

Coba kalo bikin akun instagram tu mbok yo bikin aja. Gausah pake follow follow orang. Males. Ya gimana ya. Seseorang yang pernah lama berbagi segala nya dengan mu, mengisi hari hari mu, ya gabisa dilupain begitu saja walaupun sudah bertahun tahun tidak bersama.

Gak, gak, saya ga mau di bilang gagal move on. Saya sudah ikhlas kok. Mungkin karena perpisahan kami kemaren diliputi banyak kisah misteri, ya saya agak gimana gitu kalo lihat dia muncul di sosial media. Apalagi sampe terkoneksi sama sosial media saya. Dia yang memutuskan semua koneksi sosial media kami. Ya tiba tiba di bikin akun baru dan follow follow saya. Aneh kan.. ya gara gara itu sih jadi muter muter lagu lagu sedih lawas. Hahaha.

Pokoknya ni ya, pokoknyaaaaa, kalo sampe ada kata balikan, noooo way. Gak akan saya mau. Saya sudah sakiit hati di tinggal dengan cara yang kampret banget. Apapun alasan dia ninggalin saya, saya udah gak kepengen tau lagi, saya gak akan mau terima dia balik.
Tau lagu jar of heart kan. Nah gitu tu...

Learned to live half alive, now you want me one more time. Who do you think you are ?

Selasa, 12 April 2016

Sidang Tugas Akhir

Hai. Lama tak ngeblog.
Barusan baca baca ulang blog-blog lama ku, ketawa guling-guling lah. Seperti baca diary lama. Waktu bikin cerita cerita itu aku masih di SMK. Sekarang sudah 3 tahun beralalu. Gak kerasa 50 hari lagi sudah mau sidang seminar. Yap. Udah mau lulus kuliah. Hiks T,T. Berasa udah tua.  Doakan tugas akhirku bisa selesai dengan baik ya. Hihihi. Semoga sidang-sidangku nanti lancar 😁😁😁.

Udah itu doang. Sibuk aku. Hahaha. Gabisa nulis banyak . Bye 😘

Rabu, 26 Juni 2013

Why

Today is a fuck day.. Entah, ya begitulah pokoknya.

Tau gitu, tadi iyakan aja ajakan temen buat dateng ke sekolah ngambil rapot. Hrrrggg.
Brengsek !!!!!

Masalahnya gua tadi pagi males banget buat ngapa ngapain. Ke kamar mandi aja ngeguling. Soalnya kaki gua juga ikutan kena sindrom males. --"
Oke.. Ke fuck kan hari ini dimulai ketika *lo bisa panggil dia tante* ibu gua, nyuruh nganter sop entah apa namanya ke tempat tante. Lo udah gua kasih tau kalo tubuh gua, dari ujung kaki sampe kepala lagi kena sindrom itu. Dann, ibu gua nyuruh gua men. Gewlak.

Dengan langkah gontai tak terarah, kaki  gua berjalan ke arah lemari untuk ganti baju. Kemudian gua menggeliat dengan sangat sangat sangat lambat untuk mengambil kunci motor. Lalu gua kembali menggeliat dengan sangat sangat lebih lambat untuk mengambil helm.
Entah karena ibu gua lagi pms atau apa, dia teriak teriak dari dapur  marah marah gak jelas. Yang gua denger cuma "lo gak bakal gua kasih makan" ya oke. Itu aja sih yg gua denger, sisanya, ah, buat apa juga gua denger. Gak penting. Ya mau gak mau gua harus naikin level kecepatan gerak gua. Skip aja lah. Gua udah selesai nganter ke rumah tante. Dan ibu gua masih belum memberikan tanda tanda dia udah gak bete sama gua. Dia masih bete broh.
Yaudahlah, whatever. --"

Ceritanya udah sore ni. Gua laper broh.

Jumat, 26 April 2013

Maybe this is my destiny

Ini kisah dari kawan ku, dia curhat dan minta aku untuk masukkan ke dalam blogku tanpa mau sebutkan namanya :

By : NN

Awal pagi ibu mengagetkan ku dengan gedoran pintunya, dia membangunkan ku dari tidur.
"Antar ibu belanja"

Dengan malas aku pun bangun dari tempat tidur, tanpa mandi, dan hanya sekedar sikat gigi aku ganti baju dan bergegas menemui ibu yang sudah menunggu digarasi.

Tring, HP ku berbunyi, Ana.
"Kita jadi jalan ?" tanya nya.
"Iya sebentar, aku lagi sama ibu belanja, tunggu ya"
"Aku sudah di jalan, aku bawa motor, aku nunggu di rumah ya?"
"Tunggu sebentar, aku mungkin lama..." itu kata terakhir yang ku ucapkan sebelum HP ku off.

Daya batreinya habis, ah sial sekali. Ku desak ibu ku untuk bergegas.

"Ana di rumah bu, cepet"
"Sebentar"
"Ku tunggu di mobil" Jawabku sambil berlari.

Ku cari batrei cadangan di mobil, tak ada, aku tak membawanya, tertinggal di samping komputer. Aku menunggu dengan cemas.
"Ana, Ana, Ana,,,," gumamku.

"Naak...!"

Teriakan ibuku membangunkan ku dari lamunan

"Bantu angkat barang ibu disana"
"Mana?"
"Di tempat ibu beli barangnya, di dalam"
"Ah" desahku

Semenit dua menit berlalu, seperti ada yang kulupakan, ku abaikan, ku bantu ibu mengangkat semua belaanjaannya.
Sesaat keluar dari parkiran, aku teringat. Ana..

Rabu, 20 Maret 2013

Finally, It's Finish

Yeep, akhirnya, ujian ini selesai, seminggu kau tau, ujian aja isinya, senen ketemu senen lagi kalo di misalkan, apa tak jenuh kau belajar terus tiap malam.

Makanya ini tadi, aku diajak sama mamak ku pergi refreshing, tapi, kau tau, yang refreshing mamak aku, bukan aku, aku cuma di jadikan sopir aja sama dia, pergi beli baju aja, sama tong sampah kalo tak salah ku ingat tadi, alamak, tapi tak apa lah, kalo melihat mamak senang itu aku juga ikut senang, ya refreshing juga ini. haahaha.

Setelah sekian lama ku menanti kebebasan ini, akhirnya ku dapat juga . hahaha
Memang terdengar agak alay kata-kata ku, tapi ini benar-benar ungkapan rasa bahagia ..

Tapi, ada satu hal lagi yang menanti ku di depan ini, satu hal lagi, satu hal yang benar-benar menentukan masa depan ku, tapi memang masih beberapa minggu lagi, tapi ya prepare nya harus banyak ini, tak bisa main main ..

Doakan saja lah ini bisa ku lalui dengan baik dan baik . hehehe ..

Senin, 18 Maret 2013

Some Chirp

Entah, kalo membuat web, itu menurutku lebih gampang dari pada mengatur template di blog, ku habiskan waktu ber jam jam di depan layar, tapi tak ada menurutku template yang cocok, sudah ku gonta ganti hampir 5 template, tapi akhirnya yang ku pakai adalah tempate yang ku pasang pertama kali.

Dan jika ada seseorang yang membaca blog ini, jangan heran jika tampilannya agak aneh, link nya tak berfungsi dengan benar, ya itu, karena aku masih bingung mengatur tampilan template. Alamak, mau ku hantam rasanya layar ini...

Minggu, 17 Maret 2013

Story

Sebab nilai setitik rusak susu sebelangga

Mungkin albert enstein aja ku tanyak tak tau dia mau jawab apa. Walaupun masalah nya selesai, tapi nama baik ku tak sebagus kata selesai. Aku ini anak baik baik, kalo kata emak ku, aku ini juga punya otak yang lumayan lah. Di mata guru guru ku juga aku ini termasuk apa ya istilahnya, bisa lah, tak mau sombong aku soalnya.

Tapi, karena aku ini lagi kena masalah.
Pas ujian, hape ku tertangkap sama pengawas, padahal hape ku ini ku gunakan untuk memberikan jawaban, bukan bertanya, matilah aku, bagaimana nanti kalo mamak bapak ku tau, kecewalah mereka.
Sebenarnya juga, kalo di pikir pikir aku yang rugi, aku yang memberikan jawaban, aku malah yang kena. Tapi memang, aku ini punya solidaritas tinggi, ndak mau juga aku kalo teman teman ku tidak lulus ujian. Tapi aku juga yang malah jadi korban. Ini seperti makan buah simalakama.

Akhirnya ku beranikan lah diri buat meminta hape ku sama pengawas, tapi pengawas bilang,
"mintalah sana sama panitia"
"siapa panitianya bu ?"
"itu, pak ******"
hehe, ku sensor bagian itu, tak mau aku kasih tau nama guru kesayangan ku.
Dalam hatiku, matilah aku, itu guru paling ku hormati, paling ku sayang lah istilahnya, soalnya baik beliau, tak pernah marah, sama aku, kalo sama yang lain sering dia.

Tapi ya mau bagaimana lagi, hape ku sama dia, mau ku minta sama siapa lagi kalau bukan dia.

Masuklah aku ke ruanganya, ku ngomonglah baik baik. Dia juga jawab baik baik, karena memang dia baik.

Kita ngomong begini, begini, kenapa kau bisa bawa hape, kenapa sampai kau bisa tertangkap. Ya ku jawablah semua, sambil bergetar pastinya, takut aku, mungkin bagi kalian, alah, masalah sepele aja itu, tapi buat ku, ini tak bisa di anggap sepele. Sudah ku jelaskan tadi, di mata guru guru, namaku ini baik, aku itu termasuk anak ya, kau taulah itu, tadi sudah ku beri tau. Tak mau ku ulang, aku tak sombong orangnya.

Langsung lah aku jawab pertanyaan nya guru ku itu, dengan nada bergetar,
"Begini pak, aku ini tak pernah bawa hape sebelumnya, baru ini saja aku bawa, itu pun ku ganakan bukan untuk menanyakan jawaban, tapi untuk memberi jawaban"
"Iya, bapak tau kau ini anak yang bisa, anak yang baik, tapi kan, bapak sudah sering bilang, janganlah kau berbuat tak jujur, bapak paling tidak suka anak yang seperti itu"
terdiam aku, tak tau lagi aku mau jawab apa, di hatiku berkata ya bodoh juga aku, mau saja aku bawa hape.
"Begini saja nak, kau tinggal berjanji tak mengulangi perbuatan mu itu, besok jangan sampai lagi kau bawa hape mu itu, kalo sampai ku dapat, ku buang ke paret itu nanti"
"Iya pak, janji saya tidak akan bawa hape lagi, ini untuk yang pertama dan terakhir kali"

Nah begitulah, memang selesai masalah ku, tapi nama baik ku di depan guru ku itu yang tak selesai, jadi, ya seperti pepatah yang ku katakan di awal
"Sebab nilai setitik rusak susu sebelangga"
yang berarti
Kebaikan yang telah banyak kau lakukan, semuanya rusak karena satu keburukan yang kau perbuat.

Jadi kawan, dari cerita hidup ku tadi, ambil lah pelajaran, memang solidaritas antar teman itu wajib, tapi di kala ujian, tak ada yang namanya memberitau atau bertanya, karena itu ujian, bukan pada saat belajar, maunya, kau bersoliderlah dengan teman mu, pada saat belajar, jangan pada saat ujian. Karena jika itu kau lakukan, menyesal nanti kau, seperti aku ini, rusak nama baikku.
Berusahalaah sendiri, bekerja keraslah, karena semua kerja keras dan usaha mu nanti, kau sendiri yang akan menuai hasilnya.

Introduction

Jujur saja, ini buka blog pertama ku, ini yang ke dua. Tak penting itu sebenarnya.Hahaha
Sebenarnya lagi, tujuan ku membuat blog ini adalah untuk menyalurkan hobi menkritik ku, atau kalo ku sebut hobi memaki orang, karena di blog pertama ku, tak bisa aku puas puas memaki, karena sudah banyak yang tau alamatnya .. Nah makanya dari itu ku buatlah blog ini.. Begitu lah kisahnya ,, dan ku yakin, blog ini tak kan ada yang buka ..Karena postingannya juga tak menarik ...